Tips untuk Pemula di Gym agar Konsisten dan Sukses

Seorang ahli sekali pun awalnya juga adalah seorang pemula. Begitu juga untuk pemula di gym, mereka bisa berpeluang untuk menjadi ahlinya dan profesional di bidang tersebut. Lalu, bagaimana caranya agar sukses menjalani workout di gym …

pemula di gym

Seorang ahli sekali pun awalnya juga adalah seorang pemula. Begitu juga untuk pemula di gym, mereka bisa berpeluang untuk menjadi ahlinya dan profesional di bidang tersebut.

Lalu, bagaimana caranya agar sukses menjalani workout di gym sekalipun kamu adalah seorang pemula?

Simak tips berikut, dengan tipis ini, pemula di gym akan mengikuti jalan seorang yang sudah berhasil sukses di gym.

Terapkan SMART Goal

Cara membuat target paling mudah dan umum adalah menetapkan target yang SMART (specific, measureable, achieveable, relevant, dan time-bound).

1. Specific

Tetapkan target secara spesifik. Jika targetnya terlalu umum, kurang terbayang apa yang ingin kamu capai karena tidak jelas parameter kuantitatifnya.

Contoh target tidak spesifik adalah aku bisa ke gym lebih sering. Sementara itu, contoh target spesifik adalah bisa rutin ke gym lima kali dalam seminggu setelah sebulan menjalani program.

Kamu bisa lihat perbandingannya antara yang tidak spesifik dan spesifik. Dengan target yang spesifik, kamu juga bisa belajar disiplin dan termotivasi untuk mencapai target.

2. Measureable

Tentunya kamu harus mempunyai target yang bisa diukur dengan kasat mata dan jelas.

Jangan membuat target yang tidak bisa diukur dan abu-abu seperti balance ball ini menjadi target saya padahal kamu saja tidak tahu apa yang bisa diukur.

Dengan target yang measureable, kamu bisa mengevaluasi progresmu apakah makin dekat dengan target atau tidak.

Baca juga  5 Bentuk Latihan Kecepatan untuk Meningkatkan Kemampuan Berlari

3. Achieveable

Sebagai pemula di gym, buatlah target yang achieveable atau bisa dicapai secara realita, jangan terlalu utopis.

Boleh saja bermimpi, tapi jangan terlalu utopis agar jika ternyata ekspektasinya tidak tercapai, kamu tidak mengalami demotivasi yang berlebihan.

Kamu bisa bertanya kepada orang-orang yang berpengalaman untuk benchmarking progresmu. Apakah kamu sudah melakukannya dengan benar? Apakah kamu tidak ketinggalan dalam hal progress?

4. Relevant

Relevan adalah patokan apakah jika target ini worth it atau tidak untukmu. Sebagai pemula di gym, membuat target yang relevan tidak kalah penting dari yang lainnya.

Jika tidak relevan, sebaiknya turunkan ekspektasi target atau ganti saja.

5. Time-bound

Time-bound berarti targetmu memiliki deadline yang harus ditepati agar kamu bisa memikirkan langkah selanjutnya jika tercapai dan melakukan evaluasi jika tidak tercapai.

Selain itu, kamu perlu kejelasan timeline agar disiplin dalam latihan di gym.

Pahami Dirimu Terlebih Dahulu

Sebagai pemula di gym, sebelum mencoba barang-barang yang ada di gym yang bervariasi atau bahkan yang kamu sendiri tidak familiar, ada baiknya mencoba barang-barang di rumah sebagai patokan.

Misalnya dalam soal mengangkat beban, kamu mengetahui volume ember yang kamu miliki. Dengan asumsi massa jenis air 1 g/cc, maka dengan ember 10 liter, maka berat embernya adalah 10 kg. Angkat ember tersebut, jika kamu merasa terbebani, jangan mencoba untuk mengangkat dumbbell dengan berat yang sama pula.

Untuk stamina, kamu bisa mencobanya dengan bleep test atau lari 2,4 km yang biasanya dijadikan untuk acuan VO2max atau kapasitas fisik seseorang.

Memahami diri sendiri penting untuk mengetahui batasan dan patokan untuk dijadikan milestone atau batu loncatan dalam prosesmu agar menjadi lebih baik.

Baca juga  Mengenal Olahraga Memanah, Olahraga Seru Yang Bisa Dilakukan Bersama Keluarga Anda

Lakukan Kenaikan Beban dengan Perlahan

pemula di gym

Pemula di gym mungkin ada yang langsung menargetkan target yang utopis, padahal tidak ada yang instan. Bahkan mi instan yang ada kata “instan” ada prosesnya sebelum disajikan.

Layaknya akselerasi kecepatan, ada baiknya tidak terlalu cepat. Jika terlalu cepat, bisa jadi kamu mengalami G-force yang membahayakan tubuhmu.

Jika awalnya kamu bisa mengangkat beban 5 kg 10 kali dalam 2 set, kamu bisa menambah setnya menjadi 3 set atau 4 set.

Jika pada akhirnya kamu merasa 5 kg sudah terlalu ringan untukmu, kamu bisa menambah bebannya menjadi 10 kg.

Saat sudah bisa mengangkat beban 10 kg 2 set dengan 10x repetisi, kamu bisa tambah lagi set atau repetisinya

Carilah Mentor Sebagai Penuntumu Sebagai Pemula di Gym

Orang sukses atau ahli dimanapun dan di bidang apapun pasti memiliki mentor yang pernah mengajari atau menuntun mereka saat mereka belum menjadi ahli di bidangnya. Bahkan masih memberikan mentoring sekali pun mereka sudah melampaui mentornya.

Saat kamu masih menjadi pemula di gym, ada baiknya kamu mencari mentor yang tepat agar mengetahui tips, kesalahan masa lalu, motivasi, dan jalan yang benar dalam menjalani latihan di gym.

Selain mendapatkan ilmu, kamu juga bisa menjalin silaturahmi dan menambah koneksi yang bisa saja jadi rezekimu suatu hari nanti.

Pemula di Gym Itu Tidak Selamanya

Dengan menerapkan tips ini, kamu akan selalu berprogres lebih baik daripada yang lain.

Kamu tidak akan selamanya menjadi pemula di gym. Suatu saat, kamu mungkin akan menjadi mentor yang menurunkan ilmu dan tips ini kepada orang yang membutuhkan bantuanmu saat sudah menjadi ahli. Semangat!

Tinggalkan komentar