Teknik Short Passing dan Long Passing yang Baik dan Benar

Dalam bermain sepak bola, teknik short passing dan long passing menjadi teknis dasar yang sangat vital bagi keseluruhan strategi tim. Sebuah tim tidak akan berjalan jika pemain tidak mempunyai teknik passing yang baik. Lalu, bagaimana …

teknik short passing dan long passing

Dalam bermain sepak bola, teknik short passing dan long passing menjadi teknis dasar yang sangat vital bagi keseluruhan strategi tim. Sebuah tim tidak akan berjalan jika pemain tidak mempunyai teknik passing yang baik.

Lalu, bagaimana cara melatih teknik short passing dan long passing? Apalagi kedua jenis passing tersebut harus dikeluarkan di berbagai situasi permainan.

Beginilah teknik short passing dan long passing yang akan membawa tim kamu ke jalur kemenangan.

Teknik Short Passing

Short passing adalah teknik paling dasar di antara teknik sepak bola lainnya. Meski paling dasar, kemampuan ini adalah hal yang paling vital baik dari tingkat pemula bahkan sampai level kelas dunia.

Dalam sepak bola, pasti bola akan bergulir kesana kemari dengan gawang sebagai tujuan akhirnya. Jika dribble terus menerus pasti akan memakan stamina dan ditambah lagi ada peluang cedera karena ditekel lawan.

Short pass adalah cara simpel untuk membuat bola terus bergulir dan tidak memakan banyak tenaga.

1. Postur Badan

Saat melakukan short passing, pastikan badan condong ke bola dan tulang punggungmu dalam keadaan tegak.

2. Positioning

Positioning juga tidak kalah penting. Kaki penyangga / tumpuan harus mengarah ke target passing dan juga penting untuk menjaga agar engkel tetap mengarah ke target operanmu.

Baca juga  Sejarah Sepak Bola, Dari Tiongkok Sampai Berdirinya FIFA

3. Menendang Bola

Saat menendang bola pastikan lututmu menekuk sedikit dan kunci engkelmu saat melakukan passing. Gunakan kaki bagian dalam untuk mengenai bagian tengah bola agar bolanya tidak terbang atau bergerak secara “keriting”.

Tekuk kaki tumpuanmu di depan dan kaki yang menendang di sampingnya. Ini akan membuat posisimu lebih stabil dan membuatmu memiliki kuasa penuh pada arah short pass-mu.

4. Langkah Selanjutnya

Power short pass-mu bergantung pada kecepatan dan kekuatan ayunan kakimu. Ayunkan kakimu dengan arah target passing-mu.

Jika kamu lebih banyak power karena targetmu jauh, pastikan untuk mengayun kaki dan menggunakan kaki terkuatmu.

Tipe-tipe Short Pass

Short pass tidak hanya sekedar passing dengan mendatar saja. Terdapat berbagai tipe-tipe short pass yang bisa kamu gunakan untuk lepas dari tekanan lawan seperti:

1. Chip Pass

Chip pass adalah umpan pendek dimana bola dilambungkan dan trajektorinya membentuk suatu busur atau parabola terbalik.

Bahasa lain dari chip pass di Indonesia adalah congkel.

Trik yang kamu bisa gunakan saat melakukan chip pass adalah jangan menggunakan kuda-kuda yang jelas dan gerakan spontan, dan tendang bagian bawah bola dengan kejutan.

2. Wall Pass

Kalau kamu familiar dengan one-two atau satu dua, itu merupakan nama lain dari wall pass.

Wall pass sangat berguna di saat lawanmu melakukan press tinggi daripada men-delay bola dan bermain zone defense.

Passing jenis ini juga merupakan solusi untuk lolos dari perangkap offside.

3. Backheel

Backheel merupakan teknik umpan pendek menggunakan tumit yang biasa diasosiasikan dengan pemain dengan skill tingkat tinggi. Hal ini sangat wajar karena diperlukan reading the game yang sangat tinggi untuk berani melakukan passing dengan teknik ini.

Baca juga  Mengenal Berbagai Teknik Dasar Sepak Bola

Karena kamu tidak bisa melihat siapa dan apa di belakangmu, passing ini bisa jadi insting dirimu jika kamu paham dan percaya bahwa teman setimmu bisa diberi passing dengan tumit.

Teknik Long Passing

teknik short passing dan long passing

Teknik short passing dan long passing tentunya memiliki perbedaan karena tujuannya juga berbeda.

Jika short passing bertujuan untuk memberikan bola kepada teman yang berada di dekatmu, long passing justru digunakan untuk memberikan bola ke temanmu yang jaraknya cukup jauh.

Penerima long passing biasanya memiliki kontrol bola yang bagus.

Sebenarnya teknik short pass dan long pass ini hampir sama, perbedaannya terletak pada sisi bola yang ditendang, dan tidak mengunci engkel.

Tipe-tipe Long Pass

Long pass memiliki jenis passing yang lebih sedikit dari short passing, tetapi keduanya sama-sama berguna bergantung kondisi.

1. Driven Pass

Driven pass adalah menendang bola dari A ke posisi B secepatnya. Long pass ini simpel tapi sangat efektif karena pemain bertahan bisa mengalami kesulitan untuk melakukan intersep bola.

2. Passing Daerah

Passing daerah adalah memberikan bola ke ruang yang kosong, alias tidak memberikan bola ke kaki teman ataupun lawan.

Passing jenis ini sangat bagus jika penyerang timmu adalah sprinter dan memiliki kecepatan yang sangat tinggi.

Meski demikian, pastikan timing-nya tepat agar tidak terjadi offside.

Kapan Harus Mengimplementasikan Teknik Short Passing dan Long Passing?

Short pass sangat baik jika digunakan pada daerah pemain belakang atau bola sedang bergulir di pemain belakang. Hal ini dikarenakan bola lambung akan sangat lebih beresiko karena ada resiko salah kontrol bola yang merupakan kesalahan fatal bagi pemain belakang.

Long pass bisa digunakan jika kamu melihat ruang kosong yang bisa dimanfaatkan striker atau sudah tidak ada lagi ruang untuk short pass.

Reading the game yang baik diperlukan untuk menentukan kapan harus menerapkan teknik short passing dan long passing.

Tinggalkan komentar