Serba-serbi G-Force dalam F1 yang Sering Disebutkan dalam Kasus Kecelakaan

Saat kamu menonton balapan F1 dan terjadi kecelakaan. Pasti sering disebutkan G-force dalam F1 yang seringkali terlintas diucapkan oleh reporter. Lantas, apa sebenarnya G-force dan mengapa sering dibahas dalam kecelakaan saat perlombaan F1? Tabel Konten1 …

G-Force dalam F1

Saat kamu menonton balapan F1 dan terjadi kecelakaan. Pasti sering disebutkan G-force dalam F1 yang seringkali terlintas diucapkan oleh reporter.

Lantas, apa sebenarnya G-force dan mengapa sering dibahas dalam kecelakaan saat perlombaan F1?

Konsep Fisika G-force dalam F1

G-force adalah representasi dari akselerasi atau percepatan suatu benda yang direpresentasikan dengan g. g adalah konstanta gravitasi Bumi di permukaan laut (9,8 m/s^2). Keep in mind semakin tinggi permukaan, semakin rendah gravitasinya.

Huruf g tersebut tidak dikapital dan dimiringkan untuk membedakan dengan G yang akan dipakai pada G-force (misalnya 2G, 3G, dst.).

G-force banyak dipakai dalam penelitian, sains, dan teknik seperti astrofisika, fisika, teknik dirgantara, teknik mesin, rocket science.

Penjelasan simpel tentang G-force, contohnya jika seseorang mengalami g-force sebesar 5G, maka ia berakselerasi sebesar (49 m/s^2).

Dalam industri otomotif, g biasanya diberlakukan untuk analisis kecelakaan dan cornering forces.

Pembalap F1 mirip dengan pilot karena mereka terbiasa merasakan g-force karena saat menikung mereka harus melakukan deselerasi atau perlambatan, sehingga akan mengalami g-force yang cukup besar.

Menurut sumber, pembalap F1 biasanya merasakan G-force sebesar 5g saat mengerem, dan 2g saat akselerasi, dan 4-6g saat berbelok / cornering.

Parahnya, pembalap F1 bisa merasakan G-force yang sangat besar jika mengalami kecelakaan seperti tabrakan.

David Purley mengalami 179,8g pada tahun 1977 saat melakukan deselerasi dari 173 km/jam sampai berhenti dalam panjang 66 cm saja. Insiden ini menjadi salah satu keajaiban karena merupakan g-force yang tidak memakan korban jiwa sama sekali.

Baca juga  Fakta F1 yang Sebaiknya Kamu Ketahui

Tipe-tipe G-force

Dalam konsep fisika, tiga dimensi bisa direpresentasikan dengan x, y, dan z. Dimana ketiga variabel tersebut menjadi arah dari G-force ini.

G-force dibagi berdasarkan arah dari gayanya, yaitu:

1. +Gx

+Gx adalah arah G-force gaya gravitasi yang bekerja pada tubuh pilot dari dada ke punggung saat akselerasi mendadak. Pembalap F1 akan terdorong kembali ke tempat duduknya karena +Gx ini.

2. -Gx

-Gx adalah G-force yang diberikan dari punggung ke dada. Gaya ini mendorong pembalap ke depan. Hal ini bisa terjadi saat tabrakan / tumbukan dengan pembalap lain.

3. Gy

Gy adalah G-force lateral yang terjadi pada bahu pembalap, meski mungkin biasanya lebih lumrah terjadi pada pilot yang mengalami lateral roll.

4. +Gz

Gaya gravitasi yang diberikan pada bidang vertikal tubuh, contohnya saat recovery setelah diving.

5. -Gz

Gaya yang dialami pilot saat pilot mendorong untuk diving.

Dari arah gaya, jika ditelaah untuk G-force dalam F1, pembalap mendapat peluang paling besar untuk mendapatkan +Gx dan -Gx.

Dampak G-force pada Tubuh Manusia

Selain pada kecelakaan mobil F1, G-force sering disebutkan dalam kecelakaan pesawat.

G-force yang besar menjadi penyebab kematian pada penumpang pesawat, atau mungkin kecelakaan pada pertandingan balap.

Beberapa dampak buruk yang bisa terjadi karena G-force yang besar adalah GLOC (G- induced Loss of Conciousness), gray out, tunnel vision, black out yang disebabkan oleh Gz. Gz positif juga menyebabkan naiknya detak jantung.

GLOC adalah pingsan atau kehilangan kesadaran akibat mengalami G-force yang besar karena kurangnya aliran darah ke otak, sehingga oksigen untuk organ vital manusia tersebut makin menipis.

Jika G force yang besar terus diberikan kepada orang yang mengalami GLOC, kemungkinan besar orang tersebut akan meninggal.

Baca juga  VO2 max, Parameter Penting Dalam Kebugaran Seseorang

Gz negatif juga bisa menyebabkan red out, kebalikan dari menipisnya aliran darah ke otak. Justru, Gz negatif membuat aliran darah dari kaki pindah ke otak.

Akibat dari Gz tersebut, pandangan akan menjadi merah atau hilang karena membengkaknya pembuluh darah.

Cara Berlatih untuk Menghadapi G-force dalam F1

G-Force dalam F1

Pembalap asal India, Mira Erda menceritakan dirinya bagaimana ia menghdapai G-force dalam F1 yang bisa menjadi salah satu resiko dari olahraga tersebut.

Mengendarai mobil F1 tidak sekedar duduk lalu mengendarai saja. Karena akan berakselerasi dalam kecepatan tinggi, mengalami G-force dalam F1 menjadi salah satu hal tidak terhindarkan.

Menurutnya, salah satu cara untuk menghadapi G-force saat balapan adalah dengan melakukan weight training.

Yang terpenting adalah core strengths. Core strength yang baik akan memudahkan pembalap untuk mengendarai mobil F1-nya dengan lebih baik dan mudah.

G-force akan membuat leher pembalap tegang saat berbelok / berbalik. Core training akan membuat badan pembalap terjaga dari resiko g-force tersebut. Tidak ada salahnya juga melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Apakah Perlu Berlatih untuk Meningkatkan Toleransi Terhadap G-force?

Jika kamu adalah yang bercita-cita untuk menjadi pembalap atau masuk ke angkatan udara, mungkin kamu bisa berlatih untuk menaikkan toleransi G-force mulai dari sekarang.

Kamu bisa menerapkan tips dari Mira Erda tentang cara latihannya untuk menghadapi G-force.

Meski demikian, diperlukan mentor yang berkompeten agar kamu tidak asal dalam latihannya.

Semoga dengan mengetahui G-force dalam F1, kita bisa makin mengapresiasi seorang pembalap!

Tinggalkan komentar