Punch Drunk, Resiko Berbahaya bagi Karir Seorang Petinju

Untuk pengikut setia manga Hajime no Ippo, pasti tidak asing dengan istilah punch drunk yang mana karakter utama pada manga tersebut (Ippo) harus vakum dari ring karena penyakit tersebut. Ternyata, risiko punch drunk tidak main-main! …

punch drunk

Untuk pengikut setia manga Hajime no Ippo, pasti tidak asing dengan istilah punch drunk yang mana karakter utama pada manga tersebut (Ippo) harus vakum dari ring karena penyakit tersebut.

Ternyata, risiko punch drunk tidak main-main! Penyakit ini bisa memiliki efek dan ancaman jangka panjang bagi seorang petinju atau pun atlet yang berisiko untuk menerima hantaman di kepala.

Apa Nama Lain Punch Drunk?

Punch drunk memiliki istilah medis bernama dementia pugilistica atau disebut sebagai boxer dementia.

Akar dari penyakit demensia ini adalah gegar otak yang berulang atau pukulan traumatis yang pernah didaratkan pada kepala seseorang, tidak hanya petinju saja.

Sejarah Punch Drunk

Nama penyakit ini baru mencuat pada abad ke-20, tepatnya pada tahun 1928.

Punch drunk baru dipelajari pada petinju dan dideskripsikan pertama kali oleh seorang forensik bernama Dr. Harrison Stamford Martland yang merupakan kepala pemeriksaan medis dari Essex Country, di Newmark.

Dalam artikel jurnal Journal of American Medical Association, beliau menyebutkan tentang tremor, pergerakan yang melambat, kebingungan, dan masalah saat berbicara pada kondisi tertentu.

Istilah punch drunk pada akhirnya diganti dengan istilah saintifik dementia pugilistica pada tahun 1937 oleh J.A. Millsbaugh karena istilah lama tersebut terlalu merendahkan para mantan petinju yang sudah berjuang di atas ring.

Sayangnya, tidak hanya petinju saja yang bisa mengalami demensia ini. Pada tahun 1990, seorang wanita mengalami dementia pugilistica setelah mendapatkan kekerasan. Ironisnya, ia juga menjadi wanita pertama yang mendapatkan penyakit ini.

Baca juga  Alat Tinju yang akan Kamu Butuhkan untuk Berkembang

Pada kasus terbaru, pada 7 April 2021, Phillip Adams mengakhiri nyawa banyak orang dan bunuh diri. Autopsi dirinya mengindikasikan bahwa ia pernah mendapatkan penyakit ini (kasus tidak biasa).

Siapa saja yang Berisiko Mendapatkan Punch Drunk?

punch drunk

Tidak hanya petinju, semua olahragawan yang sering mendapatkan kontak fisik yang keras (misalnya American football) berisiko untuk mendapatkan punch drunk.

Sayangnya, penyakit ini sulit sekali didiagnosa karena efeknya baru terasa bertahun-tahun atau berdekade-dekade setelahnya.

Menurut sumber, antara 15% – 20% dari petinju yang sering mendapatkan tinju di kepala akan mendapatkan punch drunk.

Bagaimana Mitigasi Risiko dari Punch Drunk?

Cara paling mudah untuk mitigasi risiko penyakit ini adalah dengan menghindari aktivitas fisik yang agresif dan berkelahi. Jika kamu adalah seorang petinju, selalu pakai headgear jika sedang latihan tinju. Mouth guard juga bisa membantumu mengurangi risikonya.

Semua olahraga memiliki risiko masing-masing, termasuk juga tinju yang tentunya lumrah dan bahkan harus kontak fisik dengan lawan.

Risiko tertinggi mendapatkan penyakit ini adalah dengan mendapatkan cedera traumatis secara berulang di kepala. Hal ini bisa terjadi dimana saja, tetapi sangat lumrah diasosiakan dengan olahraga tinju.

Gegar otak dan cedera kepala yang rutin bisa menyebabkan jaringan pada otak rusak. Kerusakan pada otak kecil bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di otak dalam jangka panjang.

Kerusakan secara kolektif ini menyebabkan penumpukan amyloid yang menyebabkan gejala dari penyakit tersebut (meski korelasinya belum pasti).

Apa saja Tanda-tanda / Gejala Punch Drunk?

Penderita Dementia Pugilistica biasanya memiliki gejala berikut:

  1. Melambatnya kemampuan kognitif secara progresif
  2. Kehilangan memori jangka pendek
  3. Physical Tremors
  4. Koordinasi tubuh menjadi payah
  5. Kesulitan berbicara
  6. Perubahan gaya berjalan
  7. Merasa adanya kecemburuan dan ketakutan (paranoid)
Baca juga  Mengenal 4 Teknik Menangkap Bola yang Kerap Dilakukan Kiper Andal

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sangat sulit untuk mendiagnosa penyakit tersebut, tetapi tandanya bisa terlihat bertahun-tahun kemudian.

Dementia Pugilistica memiliki gejala yang mirip-mirip dengan penyakit Alzheimer, meski kedua penyakit tersebut harus didiagnosa secara terpisah tentunya.

Penyakit ini dibedakan dari bentuk demensia lain (non-degenerative dementia), pada bagian plak amyloid terus bertambah banyak yang menyebabkan kondisi penderita penyakitnya semakin parah.

Bagian bertambah banyak inilah yang sangat mirip dengan kondisi penderita Alzheimer.

Bagaimana Perawatan untuk Orang yang Menderita Punch Drunk?

Sayangnya, sampai saat ini belum ada pengobatan yang jelas bisa mengobati penyakit ini.

Beberapa pengobatan yang dilakukan pada pasien Alzheimer dapat digunakan secara bergantian dengan efek yang sama-sama menguntungkan bagi penderitanya.

Obat yang digunakan pada penyakit Parkinson juga biasanya digunakan untuk mengontrol gejala physical tremor pada penderita Dementia Pugilistica.

Petinju profesional akan selalu menghadapi risiko penyakit ini karena tahun-tahun karir yang dihabiskan dalam ring tinju, tidak mungkin mereka hanya sekali dua kali saja mendapatkan tinju di kepala. Itu juga belum dihitung saat mereka masih pemula atau amatir sebelum melangkah ke tingkat profesional.

Memakai headgear saat pertandingan tidak resmi atau latihan merupakan tindakan preventif yang bisa dilakukan seorang petinju untuk meminimalisir risiko dari penyakit tersebut atau timbulnya penyakit setelah cedera.

Tinggalkan komentar