Pengertian VAR, Manfaat, dan Sejarahnya dalam Sepakbola

Pecinta sepakbola pasti sudah tidak asing dengan pengertian VAR yang kerap menjadi bahan perdebatan di dunia bola selama beberapa tahun terakhir. Asisten wasit video (Video assistant referee) atau VAR memang menjadi terobosan teknologi baru dalam dunia sepakbola yang kehadirannya belum sepenuhnya diterima. Ada yang menganggap kehadiran teknologi ini tidak perlu dan mempercayakan setiap keputusan di tangan wasit, namun ada juga yang berpikiran lebih terbuka.

VAR sering kali jadi perdebatan ketika alat ini menganulir keputusan wasit yang akhirnya dianggap merugikan salah satu tim. Liverpool menjadi salah satu klub yang merasa pernah dirugikan oleh VAR ketika gol Jordan Henderson ke gawang Everton dianulir oleh VAR. Sadio Mane, gelandang sayap Liverpool dianggap offside padahal banyak pihak menyatakan sebaliknya.

Bagaimanapun, VAR menjadi teknologi yang saat ini sudah banyak digunakan oleh liga-liga di seluruh dunia. Oleh karena itu, dalam artikel ini Desabola.com akan mengulas secara lengkap mengenai pengertian VAR dan bagaimana perannya dalam dunia sepakbola.

Pengertian VAR

Pengertian Video Assistant Referee atau VAR adalah teknologi rekaman video instan yang dipakai untuk meninjau keputusan wasit. VAR diciptakan karena banyaknya keputusan-keputusan wasit yang dianggap tidak tepat disebabkan karena ketidaktahuan wasit pada saat insiden terjadi, atau hal-hal lain yang luput dari pengamatan.

VAR bekerja dengan 33 kamera di bawah kendali 13 anggota wasit dan 4 anggota operator. Dari 33 kamera itu, 12 kamera di antaranya adalah kamera yang mampu menangkap gerakan super lambat sementara 4 lainnya bahkan ultra lambat. VAR ditempatkan di sedemikian rupa sehingga nyaris tidak ada satupun celah di lapangan yang luput dari pengamatan VAR.

Terdapat dua kamera ultra lambat yang ditempatkan di belakang gawang. Sementara dua kamera lainnya ditempatkan di bagian offside. Di pinggir lapangan, terdapat monitor VAR yang dipakai wasit untuk melihat hasil rekaman video jika dibutuhkan.

Saat ini VAR sudah resmi masuk dalam peraturan FIFA meski belum semua negara menerapkannya.

Sejarah Penggunaan VAR dalam Sepakbola

Pada tahun 2012, mulai muncul usulan sistem VAR sebagai respon atas dianulirnya gol Frank Lampard pada Piala Dunia 2010. Gol Lampard tidak dianggap oleh wasit karena dinilai tidak melewati garis gawang. Insiden itu menjadi perbincangan dan tercatat dalam sejarah sebagai “Gol Hantu” atau gol yang tidak pernah ada.

VAR mulai diuji coba di Belanda selama musim 2012-2013. Setahun kemudian Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) mengajukan kepada IFAB untuk diuji coba secara luas. IFAB sendiri merupakan badan penyusun aturan dari FIFA. Pada 2016, IFAB mulai melakukan uji coba VAR secara intens di beberapa pertandingan profesional. Australia menjadi negara pertama yang menerapkan VAR di salah satu laga A-League.

VAR kemudian diuji coba pada Liga Konfederasi FIFA 2017 dan Piala Dunia 2018 di Rusia. Akhirnya, di tahun 2018 juga IFAB resmi memasukkan VAR dalam peraturan sepakbola FIFA. Meski demikian, tidak semua negara menerapkan aturan VAR dari IFAB secara seragam. Masing-masing liga di dunia memiliki variasinya tersendiri dalam menggunakan VAR. Misalnya, ada perbedaan mengenai jenis insiden apa saja yang boleh dan tidak boleh menggunakan tinjauan rekaman VAR.

Baru-baru ini, FIFA mengumumkan bahwa pihaknya akan menyeragamkan aturan VAR di seluruh dunia. Sejak Juli 2020, FIFA mulai mengambil alih tanggung jawab atas penggunaan VAR. Ke depan, peraturan soal VAR mungkin sudah akan seragam semua.

Manfaat VAR Dalam Sepakbola

manfaat var

Sebagai sebuah terobosan baru dalam dunia sepakbola, VAR memiliki sejumlah manfaat sebagai berikut.

  1. Minimalisasi Kesalahan Wasit
    Seperti disebutkan di atas, kehadiran VAR berangkat dari masalah mengenai banyaknya keputusan wasit yang dianggap kontroversial. Sebagai manusia, wasit bisa saja lengah dan justru mengambil keputusan yang tidak tepat. Selain itu, ada beberapa jenis pelanggaran seperti offside tipis yang memang sulit dideteksi oleh wasit di lapangan.Wasit utama biasanya akan meminta pendapat hakim garis mengenai suatu insiden tertentu. Namun, hal ini juga sering tidak memuaskan. Dengan adanya rekaman yang dibuat oleh VAR, kesalahan mengambil keputusan karena kelalaian diharapkan bisa diminimalisasi.
  2. Menciptakan Pertandingan Yang Lebih Terbuka dan Adil
    Teknologi VAR dapat memberikan solusi di mana keputusan wasit akan lebih transparan. Keputusan wasit tidak lagi menjadi sangat subjektif namun ada bukti valid yang mendasarinya. Beberapa pihak yakin VAR dapat menjadi teknologi yang membuat pertandingan sepakbola di masa depan lebih terbuka dan adil.
  3. Membuat Pemain Lebih Berhati-Hati
    Keberadaan VAR membuat pemain berpikir ulang jika ingin melakukan pelanggaran. Terkadang, pemain berbuat sesuka hati mereka jika merasa jauh dari pandangan wasit. Karena itu ada beberapa pelanggaran yang terjadi tidak terpantau oleh wasit atau jauh dari bola off the ball incident.Peraturan dari IFAB memungkinkan wasit menghukum pemain yang melakukan pelanggaran jauh dari bola tadi namun terpantau oleh VAR.

Insiden Yang Dapat Diinterupsi VAR

var goal

Tidak semua insiden yang terjadi di lapangan sepakbola dapat diputuskan menggunakan bantuan VAR. Ada empat jenis pelanggaran khusus yang memungkinkan wasit untuk melihat rekaman. Berikut empat hal tersebut.

  1. Keputusan memberikan kelayakan terhadap penalti. Apakah suatu pelanggaran layak diberi hukuman penalti atau tidak.
  2. Keputusan berkaitan dengan gol khususnya bila ada potensi pelanggaran sebelum gol itu terjadi. Misalnya ada handsball yang sulit dilihat wasit dari jauh.
  3. Keputusan yang berkaitan dengan pemberian kartu merah kepada seorang pemain.
  4. Keputusan identitas yang berkaitan dengan kemungkinan kesalahan yang dilakukan wasit akibat salah memberikan hukuman kepada pemain.

Kritik dan Penolakan Terhadap VAR

Sejak awal, VAR memang mengundang kontroversi. Banyak pihak yang merasa sepakbola tidak lagi menarik dan natural begitu diatur oleh VAR. Selain dari penggemar sepakbola, penolakan terhadap VAR ini pun secara terbuka disampaikan oleh wasit dan pemain di liga top dunia. Berikut beberapa pihak yang menolak kehadiran VAR.

  • Salah satu pemain Liverpool James Milner menolak kehadiran VAR karena dinilai merusak atmosfer permainan sepakbola.
  • Pada musim 2018-2019, Liga Premier Inggris menolak menggunakan VAR karena dinilai masih terlalu banyak kekurangan. Mayoritas pemimpin klub pada saat itu meminta ada perbaikan dari sisi teknis dan non teknis terlebih dahulu sebelum digunakan.
  • Pelatih Pep Guardiola mengatakan punya banyak kritikan terhadap VAR salah satunya lambatnya keputusan yang diambil saat wasit harus melihat hasil rekaman video.

Demikianlah informasi seputar Video assistant referee atau VAR yang merupakan salah satu teknologi baru dalam dunia sepakbola. Di Indonesia, VAR sendiri baru diwacanakan untuk diterapkan pada tahun 2021 mendatang. Seperti kebanyakan teknologi lainnya, VAR juga masih memiliki kekurangan. Namun, tujuan baik dari VAR seharusnya bisa mendorong kompetisi sepakbola yang lebih baik lagi.

Tinggalkan komentar