Pengertian Senam Lantai, Jenis dan Ragam Gerakannya

Senam lantai secara umum terbagi dua yaitu senam lantai menggunakan alat dan tidak menggunakan alat.

pengertian senam lantai

Pengertian Senam Lantai – Senam lantai atau floor exercise adalah jenis olahraga yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Gerakan ini melatih kekuatan, kelenturan, dan koordinasi gerak tubuh dengan sangat baik. Floo exercise juga dikenalkan lewat materi pembelajaran jasmani dan kesehatan di sekolah dasar, menengah, maupun atas. 

Dalam gerakan senam lantai, diperlukan matras sebagai alat utama untuk mengurangi risiko cedera. Sebab, gerakan ini banyak bersentuhan langsung dengan lantai. Seperti saat melompat, berguling, dan tolakan. 

Pengertian Senam Lantai

Salah seorang senam lantai di Austria
Salah seorang senam lantai di Austria. Sumber: Wikimedia Commons

Senam lantai adalah bagian dari gerakan senam yang gerakan atau bentuk pembelajarannya dilakukan di atas lantai. Lebih jelasnya, senam ini termasuk dalam cabang olahraga yang memiliki empat unsur. Seperti melenting, mengguling, melompat, dan loncat. 

Secara bahasa, senam diambil dari istilah bahasa Inggris, yaitu gymnastic yang artinya dilakukan di ruangan khusus, melibatkan kekuatan, kecepatan, performa gerak, dan keserasian gerak fisik. Sejarah mencatat bahwa penemu gerakan exercise floor ini adalah seorang perwira Angkatan Lau dari kerajaan Belanda bernama Dr. H. F. Minkema. 

Lewat catatan ini pula diketahui bahwa senam di Indonesia perkembangannya sangat pesat dan berdampak luas. Hingga pada tahun 1963 didirikan Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) dan pada tahun 1964 Indonesia pertama kali ikut dalam perlombaan senam internasional di Games of the New Emerging Forces (GANEFO). 

Jenis Senam Lantai

Floor exercise sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu senam laintai menggunakan alat dan senam lantai tanpa alat. Senam lantai tanpa alat atau yang sering disebut juga sebagai senam bebas biasanya dilakukan di ruangan dengan hanya menggunakan matras. Sementara senam menggunakan alat biasanya dilakukan di luar dengan mengkombinasikan berbagai gerakan dan alat sehingga tercipta unsur artistik juga. 

Beberapa contoh senam lantai pada alat diantaranya adalah sikap lilin, roll depan dan roll belakang, guling lenting, kayang dan lompat harimau. Sementara senam lantai menggunakan alat antara lain lompat kangngkang dan lompat jongkok. 

Berikut beberapa jenis senam lantai yang cukup umum dikenal.

Baca juga  Mengenal Teknik Dasar Permainan Bola Kasti

Roll Depan dan Belakang

Gerakan senam lantai yang paling populer adalah roll depan dan belakang. Gerakan ini sudah banyak diperkenalkan sejak bangku Sekolah Dasar sehingga cukup umum dikenal masyarakat. Gerakan roll depan dan belakang juga menjadi salah satu latihan dasar untuk menguasai berbagai jenis senam lainnya.

Kayang

Kayang adalah gerakan senam yang bertumpu pada empat titik dalam keadaan terbaling dengan mengangkat pinggul. Gerakan ini bermanfaat untuk melatih kelentukan bahu para pesenam.

Hand Stand

Berdiri dengan tangan atau hand stand adalah sikap tegak yang bertumpu pada kedua tangan dengan siku lurus ke atas. Gerakan ini sebaiknya dilakukan di permukaan lantai yang keras agar memudahkan tubuh untuk bertumpu dengan seimbang.

Lompat Jongkok

Jenis senam yang lainnya adalah gerakan lompatan, yaitu lompat jongkok. Gerakan ini dimulai dengan awalan, tolakan, dan melewati kotak lompat hingga mendarat dengan sempurna. 

Meroda

Gerakan meroda adalah gerakan memutar tubuh ke samping dengan tumpuan gerak pada kaki dan tangan. Untuk menguasai gerakan ini pesenam harus berlatih secara bertahap, mulai dari satu kali gerakan meroda dan terus meningkat jika dirasa sudah semakin baik. 

Manfaat Senam Lantai

Ada banyak manfaat yang didapat saat seseorang melakukan senam. Selain dapat menguasai gerakannya dengan baik, manfaat lainnya ialah berkembang secara fisik dan mental. 

Secara fisik, olahraga ini dapat meningkatkan kebugaran dan koordinasi gerak tubuh. Berbagai pola gerakan dalam senam yang dinamis dan terarah membuat tubuh lebih fleksibel dan kuat. Senam juga menguatkan otot rangka, kelenturan, kelincahan, hingga keseimbangan. 

Sedangkan secara mental, senam akan melatih kemampuan berpikir cepat dan tepat. Analitik dalam memecahkan masalah gerak juga mengasah otak dan meningkatkan motorik seseorang. Beberapa jenis senam bahkan menuntut kemampuan mental untuk berani melakukannya dengan perhitungan yang tepat. Seperti saat melakukan gerakan senam lantai salto, lompat, dan berguling.  

Tinggalkan komentar