Pemain Sepak Bola Yang Karirnya Tamat Karena Cedera Lutut

Tahukah Anda bahwa cedera lutut merupakan hal yang ditakuti pemain sepak bola? Hal ini dikarenakan penyembuhannya yang sangat lama dan ada kemungkinan tidak bisa pulih sepenuhnya. Dalam dunia sepak bola amatir, cedera lutut ditakuti karena …

cedera lutut

Tahukah Anda bahwa cedera lutut merupakan hal yang ditakuti pemain sepak bola? Hal ini dikarenakan penyembuhannya yang sangat lama dan ada kemungkinan tidak bisa pulih sepenuhnya.

Dalam dunia sepak bola amatir, cedera lutut ditakuti karena membuat seseorang tidak bisa berolahraga untuk jangka waktu sangat lama, dan biaya operasi yang sangat besar (lebih dari 100 juta rupiah).

Dalam dunia profesional sendiri cedera ini juga tidak kalah menakutkan karena bisa membuat pemain pensiun dini atau penurunan karir yang sangat signifikan karena kemampuannya menurun akibat cedera tersebut.

Berikut pemain yang karirnya tamat karena cedera horor tersebut.

Pierluigi Casiraghi

Pierluigi adalah mantan pemain depan Chelsea pada tahun 1998-2000. Saat era tersebut, striker dari luar Inggris masih sangat minim.

Kemampuan hebatnya selama berseragam Lazio, Juventus, dan tim nasional Italia membuat Chelsea tertarik memboyong striker asal Italia tersebut.

Sayang nasib striker Italia itu tidak seberuntung striker lain. Hanya mencetak satu gol dari sembilan pertandingan, ia harus mendapatkan cedera lutut setelah bertabrakan dengan kiper West Ham saat itu, Shaka.

cedera lutut

Karena tabrakan tersebut, Pierluigi Casiraghi menderita cedera lutut (ligament) dan harus menjalankan operasi sebanyak sepuluh kali agar bisa sembuh.

Sayang sekali, sang pemain terpaksa pensiun dini karena cedera horor tersebut pada tahun 2002.

Kontraknya sebagai pemain Chelsea juga diputus pada tahun 2000. Ia tidak suka pada langkah tersebut karena tidak membantunya dalam pemulihan cedera.

Setelah pensiun dini, Pierluigi Casiraghi menjadi manajer. Ia pernah menjadi manajer timnas Italia U-21 pada tahun 2006-2010.

Alf-Inge Haaland

Cedera Alf-Inge Haaland sangat banyak diingat oleh orang-orang karena pemain yang mencederai tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Roy Keane, legenda Manchester United.

Baca juga  10 Olahraga Terpopuler dengan Milyaran Penggemar di Dunia

Pemain kelahiran tahun 1972 tersebut pernah bermain di beberapa klub Inggris, yaitu Nottingham Forest, Leeds United, dan Manchester City.

Insiden terkenal tersebut terjadi saat Alf-Inge Haaland bermain untuk Manchester City.

Roy Keane menendang, atau bahkan lebih tepatnya dengan sengaja mengincar lutut kanan Alf-Inge Haaland.

Karena insiden tersebut, Roy Keane langsung mendapatkan kartu merah dan mendapatkan denda 5000 poundsterling serta dilarang mengikuti tiga pertandingan.

Haaland mengomentari insiden tersebut “Untungnya kaki saya tidak berada di tanah, jika ya, pasti tendangannya (Roy Keane) akan memberi dampak yang lebih buruk”.

Dalam auto-biografi Roy Keane, ia mengaku bahwa kejadian tersebut memang disengaja karena balas dendam.

Setelah auto-biografi tersebut terbit, asosiasi sepak bola Inggris (FA) memberikan larangan bertanding pada lima pertandingan dan denda 150.000 Poundsterling.

Yang mengejutkan, Alf-Inge Haaland pensiun dini bukan karena tekel horor tersebut, melainkan karena masalah pada lutut satunya yang tidak dihantam oleh Roy Keane.

Sebelum insiden tersebut, lutut kiri Alf-Inge Haaland sudah bermasalah terlebih dahulu.

Ia sudah menjalani operasi pada lutut kirinya pada musim panas setelah insiden tersebut, tetapi hanya sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Ayah Erling Halaand ini pernah menempuh jalur hukum karena tekel Roy Keane tersebut, tetapi tidak dilanjutkan setelah review dari tim medis pada Februari 2003.

Saat ini, sang anak (Erling Haaland) sedang melanjutkan karir ayah yang sempat terhenti secara kurang baik. Ia menjadi mesin gol bagi Borussia Dortmund dan memiliki masa depan yang cerah karena masih muda.

Collin Bell

Collin Bell merupakan mantan pemain Manchester City. Ia bermain di klub kota Manchester tersebut pada tahun 1966-1979.

Bisa dibilang ia adalah legenda Manchester City, dan tidak sedikit yang menyebutkan bahwa ia adalah pemain terbaik yang pernah bermain di Manchester City.

Baca juga  Bagaimana Cara Melatih Teknik Dasar Sepak Bola Anda?

Seperti Alf-Inge Haaland, Collin Bell juga mendapatkan cedera lutut horor saat derby Manchester.

Pada 12 November tahun 1975, karir legenda Manchester City berubah total karena tekel dari Martin Buchan, bek Manchester United saat itu.

Bek tersebut menghantam lutut kanan Collin Bell. Menurut sang legenda Manchester City, saat dihantam, rasanya lututnya sedang bengkok ke belakang, memecahkan pembuluh darah di bawah paha dan di atas betis. Seluruh ligament di lututnya sobek.

Collin Bell tidak menyalahkan Martin Buchan atas insiden tersebut. Menurutnya mungkin ada pemain yang memang dipasang untuk mencederai, tetapi ia yakin Martin bukan pemain seperti itu. Meski ia kecewa sang bek tidak menjenguknya di rumah sakit.

Saat ini Collin Bell sudah meninggal. Legenda Manchester City tersebut tutup usia pada 5 Januari 2021 karena sakit.

Cedera lutut bisa dihindari

Setelah membaca kisah cedera lutut para pemain tersebut pasti Anda akan merinding karena memang sangat menakutkan.

Cedera lutut bisa dihindari jika Anda menjaga berat badan atau menurunkannya jika sudah kelebihan.

Selain nutrisi, bermain lah dengan aman dan bijak memilih lawan bertanding.

Tinggalkan komentar