Mobil F1 – Serba-Serbi Mobil yang Dipakai pada Balapan F1

Mobil F1 adalah salah satu aset terpenting pada balapan F1 selain pembalapnya. Percuma pembalap sejago apa pun kalau mobilnya kurang berkualitas dan sebaliknya. Lalu, apa saja sih seluk-beluk dari mobil F1 yang canggih ini? Pada …

mobil f1

Mobil F1 adalah salah satu aset terpenting pada balapan F1 selain pembalapnya. Percuma pembalap sejago apa pun kalau mobilnya kurang berkualitas dan sebaliknya.

Lalu, apa saja sih seluk-beluk dari mobil F1 yang canggih ini? Pada artikel ini akan diulas loh.

Garis Besar Mobil F1

Pada dasarnya, mobil F1 adalah mobil dengan satu tempat duduk dan kokpit terbuka dengansayapsubstansial pada bagian depan dan belakang mobil. Sementara itu, posisi mesinnya ada di belakang pembalap.

Aturannya, mobil F1 harus dibuat oleh tim yang mengikuti balapan itu sendiri meski desain dan manufakturnya bisa di-outsource.

Jika kamu suka nonton Tamiya atau mini 4-wd pada zaman dulu, pasti selalu ingat dengan konsepgaya tekan ke bawahatau down force. Hal tersebut juga dipakai dalam mobil dalam balapan F1 untuk menghasilkan kecepatan yang luar biasa.

Karena akselerasi dan deselarasi yang sangat cepat. Biasanya, pembalap merasakan 5g sampai 7g g-force saat sedang berbelok.

Desain Chassis

Di era modern ini, chassis F1 terbuat dari komposit serat karbon dan bahan-bahan yang bersifat ringan (lightweight) meski berat minimum sesuai regulasi adalah 740 kg atau setara dengan 0,74 ton (termasuk pembalap, tetapi tidak termasuk bahan bakar).

Massa mobil diketahui dengan ban cuaca kering/panas yang dipasang. Sebelum musim 2014, mobil sering ditimbang di bawah batas ini, sehingga tim sering membawa pemberat atau ballast agar bobot mobil bertambah.

Keunggulan penambahan ballast adalah dapat ditempatkan dimana saja di dalam mobil untuk memberikan distribusi berat yang ideal. Hal ini dapat membantu dalam meningkatkan stabilitas dan juga memungkinkan tim untuk menyempurnakan distribusi bobot mobil agar sesuai dengan sirkuit.

Baca juga  5 Bentuk Latihan Kecepatan untuk Meningkatkan Kemampuan Berlari

Mesin Mobil F1

mobil f1

Pada musim 2006, FIA memperkenalkan formula mesin baru, yang membuat mobil untuk berjalan dengan tenaga mesin 2,4 L yang disedot secara alami dalam konfigurasi mesin V8, dengan tidak lebih dari empat katup per silinder.

Karena larangan atau pembatasan teknis, seperti larangan terompet asupan variabel, juga telah diperkenalkan dengan formula 2,4 L V8 baru untuk mencegah tim mencapai RPM dan tenaga kuda yang lebih tinggi terlalu cepat.

Pada musim 2009, FIA membatasi mesin hingga 18.000 rpm (rotasi per menit) saja untuk meningkatkan kualitas engine dan tentunya memotong biaya.

Dalam satu dekade saja, mobil F1 sudah berjalan hanya dengan mesin 3 L saja dengan tim memakai mobil dengan layout V10 pada akhir periodenya. Meski demikian, perkembangan ini bisa dinilai positif karena mesin F1 bisa memproduksi daya di antara 730 dan 750 kW, dan mobilnya bisa mencapai kecepatan 375 km/jam (setara dengan ½ atau 1/3 kecepatan pesaawat Boeing).

Pada musim 2014, semua mobil F1 telah dilengkapi dengan mesin 1.6 L V6 turbocharged. Turbocharger sebelumnya telah dilarang sejak 1989. Perubahan ini dapat memberikan peningkatan efisiensi bahan bakar hingga 29%.

Salah satu dari banyak alasan Mercedes mendominasi musim lebih awal adalah karena penempatan kompresor turbocharger di satu sisi mesin, dan turbin di sisi lain, keduanya kemudian dihubungkan oleh poros yang bergerak melalui bagian bawah mesin.

Manfaatnya adalah udara tidak mengalir melalui pipa sebanyak itu, yang pada akhirnya, hal itu akan mengurangi turbo lag dan meningkatkan efisiensi mobil.

Selain itu, ini berarti udara yang mengalir melalui kompresor jauh lebih dingin karena lebih jauh dari bagian turbin panas.

Aerodinamika Mobil F1

Bagi para pecinta anime mini-4wd jaman dulu atau Tamiya pasti sudah tidak asing dengan konsep downforce atau gaya tekan ke bawah.

Baca juga  Gaya Tekan ke Bawah – Kunci Keberhasilan Mobil F1

Ternyata, hal ini tidak main-main karena downforce adalah kunci kemenangan pada balapan F1. Banyak RnD tim F1 yang merogoh kocek hingga jutaan dolar untuk meneliti downforce dengan tujuan memenangkan F1.

Desainer aerodinamik biasanya memiliki concern, yaitu bagaimana downforce itu tercipta dan meminimalisir drag yang bisa memperlambat mobil akibat turbulensi.

Beberapa tim bereksperimen dengan sayap yang familiar pada akhir tahun 1960-an. Sayap ini bekerja mirip dengan sayap pada pesawat, hanya saja dikonfigurasikan untuk membuat downforce, bukan upforce layaknya pesawat. Mobil F1 modern bisa merasakan g-force sebesar 6g saat berbelok (cornering) akibat dari downforce ini.

Downforce aerodinamis yang memungkinkan ini biasanya lebih besar dari berat mobil itu sendiri. Itu berarti, secara teoritis, pada kecepatan tinggi, mereka dapat berkendara di permukaan terbalik dari struktur yang sesuai, misalnya di atap. Jadi, film kartun dulu sepertinya bukan fiksi semata.

Mobil F1 Itu Gabungan Sains dan Teknologi

Seperti yang sudah dipaparkan, mobil F1 sudah jelas merupakan gabungan dari konsep sains dan teknologi.

Untuk menghasilkan mobil yang canggih, dibutuhkan tim riset dan teknisi yang hebat.

Tinggalkan komentar