Mengenal Tolak Peluru, Salah Satu Cabang Olahraga Atletik

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik selain lari, lempar cakram, lempar lembing dll. Tolak peluru dilakukan dengan cara mendorong atau menolak bola besi sejauh-jauhnya dari lingkaran berdiameter 2,135 meter. Tabel Konten1 Sejarah tolak …

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik selain lari, lempar cakram, lempar lembing dll.

Tolak peluru dilakukan dengan cara mendorong atau menolak bola besi sejauh-jauhnya dari lingkaran berdiameter 2,135 meter.

Sejarah tolak peluru

Menurut sumber, tolak peluru terinspirasi dari kompetisi lempar batu yang diadakan oleh tentara saat era siege of troy.

Peristiwa pertama yang mirip dengan tolak peluru modern terjadi di zaman pertengahan ketika para tentara mengadakan lomba lempar cannonball.

Perlombaan olahraga ini pertama kali diadakan di Skotlandia pada awal abad ke-19 dan menjadi bagian dari kejuaraan kelompok amatir di Inggris sejak tahun 1866.

Tolak peluru menjadi bagian dari olimpiade sejak tahun 1896, tetapi untuk wanita, dimulai pada tahun 1948 atau tiga tahun setelah perang dunia ke-2 berakhir.

Amerika Serikat adalah negara tersukses dalam tolak peluru dengan menyabet medali emas dari olimpiade tahun 1896 hingga 1968 kecuali dua kali dalam periode tersebut.

Tomasz Majewski dari Polandia menjadi orang ketiga di olimpiade yang berhasil memenangkan gelar secara back-to-back pada tahun 2008 dan 2012.

Untuk atlet wanita, Valerie Adams adalah salah satu atlet tolak peluru wanita terbaik dalam sejarah. Wanita Selandia Baru tersebut berhasil memperoleh kesuksesan di olimpiade dengan gelar di olimpiade 2008 dan 2012, serta mendapatkan medali perak pada tahun 2016 di Rio Games.

Saat ini rekor dunia tolak peluru pria dipegang oleh Ryan Crouser dari Amerika Serikat. Sementara itu, rekor dunia untuk wanita dipegang oleh Auriol Dongmo dari Portugal.

Baca juga  Alat Permainan Kasti Selain Bola yang Harus Disiapkan Sebelum Bermain

Aturan tolak peluru

tolak peluru

  1. Saat nama atlet dipanggil, atlet tersebut bebas memilih bagian mana saja pada lingkaran tempat melempar. Mereka diberikan waktu 30 detik untuk memulai gerakan melempar. Lebih dari itu maka atlet tersebut dianggap forfeit di putaran tersebut.
  2. Atlet tidak boleh memakai sarung tangan, tetapi boleh memakai taping menurut aturan dari IAAF.
  3. Atlet harus meletakkan peluru dekat dengan leher dan menjaganya tetap kencang di leher sepanjang gerakan dilakukan.
  4. Tolakan harus dilakukan lebih tinggi dari bahu dan dengan satu tangan saja.
  5. Atlet boleh menyentuh permukaan dalam lingkaran, tetapi tidak boleh menyentuh bagian atas atau luar lingkaran.
  6. Tolakan harus mendarat di area valid, yaitu dengan jangkauan 34,92 derajat dari area melempar.
  7. Atlet harus meninggalkan lingkaran untuk pelempar dari belakang.

Pelanggaran terjadi andai:

  1. Tidak berhenti di dalam lingkaran sebelum melakukan gerakan tolakan.
  2. Tidak menyelesaikan gerakan tolakan dalam waktu 30 detik setelah namanya dipanggil.
  3. Membiarkan peluru terjatuh di bawah bahunya.

Bagaimana cara melakukan tolak peluru

1.    Memegang peluru

Letakkan peluru di pangkal jari Anda, jangan di telapak tangan. Rentangkan jari Anda sedikit dan gunakan jempol untuk mencegah peluru jatuh dari tangan Anda.

2.    Posisi awal

tolak peluru

Tekan pelurunya ke daerah leher di dekat rahang Anda. Siku Anda harus tetap tinggi, jadi terlihat horizontal dengan bahu. Jika pelurunya terjatuh di bawah bahu Anda saat put, maka akan dibilang pelanggaran.

Berdiri dengan bahu kiri mengarah ke sasaran dan badanmu menghadap ke arah tegak lurus dengan bahu Anda (jika tidak kidal). Jaga jarak antara kaki kiri dan kaki kanan Anda dan tekuk lutut kanan. Putar badan Anda, jadi Anda menghadap arah berlawanan dari sasaran Anda. Itu adalah posisi awal Anda.

Baca juga  Istilah F1 yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Nonton Balap Mobil

3.    Menolak peluru

Saat Anda siap, dorong dengan kaki belakang Anda dan putar pinggul Anda, dan badan Anda akan menghadap ke arah tolakan Anda. Panjangkan tangan Anda dan dorong peluru tersebut dengan sudut 45 derajat.

Saat Anda menolak, jentikkan pergelangan tangan Anda dengan cara yang mirip saat Anda menembak bola basket.

Semua proses tersebut berlangsung secara instan, tetapi proses tersebut benar-benar dimulai dari kaki belakang, lalu pinggul, lalu lengan, dan di akhirnya adalah pergerakan tangan.

Teruslah berlatih, Anda tidak akan tahu seberapa jauh tolakan Anda kecuali Anda mencobanya sendiri.

Tolak peluru, sangat worth it untuk dicoba

Jika Anda suka olahraga yang dilakukan dengan lemparan atau dorongan, maka tolak peluru adalah olahraga yang cocok untuk Anda.

Olahraga ini terinspirasi dari tentara Yunani yang mengadakan lomba melempar batu, dan mulai muncul kompetisi yang mirip dengan tolak peluru modern, yaitu melempar cannonball.

Olahraga ini sudah menjadi bagian dari olimpiade sejak tahun 1986 hingga sekarang.

Aturan dari olahraga ini kelihatan rumit, tetapi Anda bisa menggunakan alternatif lain atau tidak memakai beberapa aturan tersebut jika fokusnya hanya untuk latihan biasa, tidak untuk profesional.

Teknik dari tolak peluru terlihat kompleks tapi sebenarnya semuanya terjadi dalam sekejap mata saja.

Jika Anda ingin mencari olahraga untuk melatih tangan, simpel, dan mudah dilakukan, jangan lupa untuk mencoba olahraga ini.

Tinggalkan komentar