Mengenal Teknik Dasar Lempar Lembing Dan Aturannya

Olahraga lempar lembing dimainkan dengan melempar lembing sejauh mungkin. Olahraga ini termasuk cabang olahraga atletik. Teknik, kekuatan, dan kecepatan merupakan hal utama yang harus disiapkan untuk melempar tombak dengan ujung runcing sesuai dengan jarak yang …

lempar lembing

Olahraga lempar lembing dimainkan dengan melempar lembing sejauh mungkin. Olahraga ini termasuk cabang olahraga atletik. Teknik, kekuatan, dan kecepatan merupakan hal utama yang harus disiapkan untuk melempar tombak dengan ujung runcing sesuai dengan jarak yang diinginkan. Tombak runcing yang digunakan akan berbeda untuk nomor putra dan putri dari segi tinggi dan berat.

Mengetahui lempar lembing serasa tidak cukup jika dari penjelasan umum saja. Kita perlu mengetahui sejarah, peraturan, serta teknik dasarnya.

Sejarah lempar lembing

Manusia zaman kuno melakukan kegiatan lempar lembing untuk berburu dan memenuji kebutuhan hidup. Ada juga manusia yang menggunakan lembing untuk berperang. Sebelum masuk ke cabang olahraga, kegiatan lempar lembing digunakan untuk melindungi diri atau beraksi. Setelah beberapa abad kemudian baru dijadikan cabang olahraga sampai sekarang.

Tepatnya pada tahun 708 SM lempar lembing menjadi bagian dari olimpiade Pentathlon. Olahraga lempar lembing juga muncul di Swedia dan Jerman pada tahun 1870. Secara resmi olahraga ini baru masuk di cabang atletik pada tahun 1908 untuk pria dan 1932 untuk wanita.

Tahun 1984 Uwe Hohn sebagai atlet lempar lembing dari Jerman Timur membuat rekor lemparan sejauh 104,8 meter. Tetapi lemparan tersebut melewati lapangan pertandingan sehingga bisa membahayakan orang yang berada di sekitar lapangan. Ujung lembing yang terbilang tajam membuat rancangan olahraga ini diubah pada nomor pria tahun 1986.

Perubahan untuk olahraga atletik ini adalah area pegang lembing diperpanjang sejauh 4cm untuk mengantisipasi jarak lemparan lembing turun sekitar 10%. Selanjutnya peraturan yang sama juga digunakan untuk nomor wanita tahun 1999.

Baca juga  Olahraga di Kantor Itu Bisa Kok, Intip Yuk!

Teknik lempar lembing

lempar lembing

Olahraga lempar lembing mengutamakan gerakan otot dan lengan. Teknik dan latihan yang tepat akan mempermudah atlit untuk memaksimalkan lemparan dan mengurangi resiko cedera pada bagian lengan. Pemanasan harus dilakukan dengan meregangkan otot di sekitar lengan agar tidak kaku saat akan digerakkan.

Berikut ini adalah empat teknik dasar lempar lembing, mulai dari memegang, membawa, berlari, sampai dengan melempar lembing.

Memegang lembing

Ada tiga cara memegang, yaitu cara biasa atau American style, cara Finlandia atau fin style, dan cara menjepit atau tang style. Gaya Amerika bisa digunakan untuk pemula dengan memaksimalkan dorongan ibu jari dan jari telunjuk. Jari lainnya digunakan untuk menggenggam tongkat.

Gaya Finlandia menggunakan jari tengah dan ibu jari bertemu di bagian lilitan tali. Sisa jari menggenggam, tetapi telunjuk harus lurus untuk mengikuti lembing. Tang style adalah posisi menjepit bagian lilitan tali lembing dengan jari telunjuk dan jari tengah. Gaya ini mengurangi resiko terjadinya luka pada bagian siku saat salah melempar.

Membawa lembing

Ada tiga cara untuk membawa lembing, yaitu dibawa dengan mata lembing serong ke atas pada sudut 40 derajat, lembing berada di atas pundak, atau siku kanan berada di depan. Langkah pertama saat membawa lembing harus mengusahakan postur tubuh tegak lurus dengan area target. Atlet akan melakukan lari 13-18 langkah ke belakang.

Lari lempar lembing

Setelah berlari untuk mencapai titik akhir, lakukan langkah silang atau cross steps atau cara lain seperti hot steps dan rear cross steps. Cross steps menggunakan kaki kiri untuk menurunkan, bahu diputar ke kanan, dan lengan kanan bergerak ke belakang.

Lengan yang lurus dan perputaran bahu akan menghasilkan badan yang lebih condong ke belakang. Pandangan mata lurus ke depan, dan tungkai kanan harus mendarat dengan posisi ditekuk sebelum diakhiri dengan cross steps.

Baca juga  Inilah Olahraga Kardio Yang Bisa Dilakukan Di Rumah

Tumit kanan mulai diangkat saat lutut mulai maju. Buka kedua tungkai dengan langkah kaki kiri ke depan untuk menginjak ke arah kiri. Fase terakhir adalah putaran pinggul ke depan dan membuka bahu kiri. Siku kanan mulai diputar ke atas, dan lembing akan diluruskan di atas lengan ke arah target lemparan.

Tekan kaki kiri dengan susulan kaki kanan ke dalam dan membentuk posisi siap untuk melempar.

Teknik lempar lembing

Badan condong ke depan saat lengan masih lurus. Kaki depan sebagai tumpuan, dan kaki lain digunakan untuk mendorong. Lempar lembing ke arah atas depan sekuat tenaga. Keseimbangan badan tetap menjadi faktor utama dalam kekuatan dan stabilnya lemparan.

Peraturan lempar lembing

Lempar lembing dilakukan dengan satu tangan

Pemenang adalah atlit yang bisa menghasilkan lemparan terjauh

Saat berlari ke belakang, atlit tidak boleh berbalik membelakangi lapangan

Posisi lembing harus lebih atas dari lengan atas

Kaki atlit tidak boleh melewati garis batas

Lembing harus mendarat dalam posisi ujung yang tajam terlebih dahulu

Setiap atlit akan diberikan kesempatan melempar antara 4-6 kali per kompetisi

Jika seri, atlit yang mempunyai skor seri akan mendapat tambahan satu kali lemparan, dan hasil paling jauh yang akan dipilih sebagai pemenang.

Penilaian dilakukan oleh juri dengan menggunakan bendera sebagai simbol. Bendera putih adalah tanda lemparan dilakukan dengan benar dan sesuai di area pendaratan. Bendera merah adalah tanda lemparan masih salah karena tidak sesuai dengan peraturan.

Unsur penilaian dilihat dari cara memegang lembing, sampai dengan pendaratan lembing yang tepat dengan area sasaran dan jarak paling jauh.

Tinggalkan komentar