Lowside dan Highside, Dua Jenis Kecelakaan di MotoGP

Jatuh dari motor atau kecelakaan saat mengendarai motor adalah hal yang harus dihindari dan kalau bisa jangan sampai terjadi. Kecelakaan motor dibagi menjadi dua jenis, yaitu lowside dan highside. Kedua jenis kecelakaan tersebut sama-sama berbahaya …

lowside dan highside

Jatuh dari motor atau kecelakaan saat mengendarai motor adalah hal yang harus dihindari dan kalau bisa jangan sampai terjadi. Kecelakaan motor dibagi menjadi dua jenis, yaitu lowside dan highside.

Kedua jenis kecelakaan tersebut sama-sama berbahaya dan biasanya sering disebutkan saat lomba Moto GP sedang dilaksanakan. Berikut penjelasan dari lowside dan highside.

Lowside

Kecelakaan jenis lowside dan highside itu berbeda.

Lowside terjadi saat motor berakhir di posisi yang sama saat menikung. Kelihatannya seperti ban belakang terpleset oleh sesuatu.

Lowside terjadi karena roda depan atau roda belakang meluncur keluar, biasanya karena terlalu mengerem atau deselerasi yang terlalu tinggi saat berbelok. Akselerasi yang terlalu berlebihan saat berbelok juga bisa menimbulkan lowside.

Cara paling mudah membayangkannya adalah saat kamu mengendarai jalan di motor, tiba-tiba ada yang rem mendadak, maka saat kamu ikut mengerem dari kecepatan tinggi, kamu bisa terpleset dan terjadilah lowside.

Untuk menghindari lowside, kamu bisa mengerem sebelum mengganti gigi sebelum mencapai tikungan jika motormu manual, atau tidak mengegas dan mengerem secara perlahan jika kamu menggunakan motor matic.

Roda Depan

Ban depan bisa menjadi salah satu penyebab dari lowside jika kehilangan cengkramannya dan malah berbelok terlalu ke dalam saat mau menikung.

Untuk menghindari ini, seorang pengendara bisa tidak mengegas motornya dan berbelok dengan sudut yang lebih aman.

Pembalap MotoGP biasanya menggenakan gear lengkap untuk keselamatan saat perlombaan karena motor mereka dikendarai dengan kecepatan tinggi.

Roda Belakang

Tidak hanya ban depan, ban belakang juga bisa menjadi momok bagi pengendara karena bisa menyebabkan lowside.

Berbeda dengan ban depan, kecelakaan lowside karena ban belakang biasanya terjadi karena akselerasi suatu motor terlalu tinggi (cepat).

Baca juga  Peraturan Lari Estafet

Saat lowside karena ban belakang, motornya bisa berputar-putar tidak karuan dan merusak panel motor.

Lowside juga bisa terjadi jika pengendara motor menyeret peg di permukaan jalan karena hal ini mengurangi cengkramannya.

Cedera yang Bisa Terjadi jika Mengalami Lowside

Saat kamu mengalami kecelakaan motor, besar kemungkinan paling tidak kamu akan mendapatkan cedera ringan atau luka kecil di badanmu.

Kecelakaan lowside biasanya menghasilkan tingkat keparahan cedera yang lebih kecil dibanding highside.

Selain cedera, bisa juga terjadi memar di bagian pinggang, siku, lutut, dan engkel. Jika engkelnya terjebak di bawah sepeda motor, maka tingkat cederanya bisa lebih parah.

Highside

lowside dan highside

Setelah membaca lowside, mungkin salah satu yang bisa kamu simpulkan dari perbedaan lowside dan highside adalah cedera yang bisa terjadi karena kecelakaan tersebut.

Selain dari kemungkinan cedera, perbedaan lowside dan highside tidak hanya itu saja.

Highside terjadi ketika roda belakang kehilangan cengkraman lateral dan mendapatkannya kembali secara keras dan tiba-tiba.

Kecelakaan jenis ini bisa terjadi jika roda terkunci dan mesin mati, atau rantainya putus.

Highside memiliki risiko cedera lebih tinggi karena biasanya pengendara motor yang mengalami kecelakaan ini akan terlempar dari motornya (terbang).

Yang paling parah jika pengendaranya terlempar ke jalan dimana kemungkinan masih ada kendaraan lain yang berkecepatan tinggi dengan massa yang besar (momentum besar).

Jika pengendaranya menabrak sesuatu yang keras dan berhenti, akan menyebabkan pengendara motor mendapatkan cedera serius.

Biasanya, kecelakaan ini terjadi karena pengendara mengoreksi slide roda belakang terlalu berlebihan dan mendapatkan sling shot effect. Selain itu, bisa jadi karena daya cengkram roda yang payah dan pengereman yang salah.

Saat terjadinya highside, ban depan tidak akan streamline lurus dengan ban belakang, tetapi ban belakang akan memiliki arah yang berbeda dengan ban depan.

Baca juga  Istilah MotoGP yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Nonton MotoGP Mandalika

Sepeda motornya tiba-tiba mencengkram dan melemparkan (menerbangkan) pengendaranya ke arah lain.

Cara terbaik untuk terhindar dari kecelakaan yang parah ini adalah dengan mengontrol throttle secara halus.

Jika kamu menyadari bahwa bagian belakang sepeda motormu mengalami licin atau terpleset, tetap gas dengan perlahan.

Motornya mungkin akan mengalami powerslide dan kembali on tract secara perlahan.

Biasanya, kecelakaan highside hanya terjadi pada motor dengan CC yang tinggi. Motor dengan CC atau kapasitas kecil tidak mungkin mengalami kecelakaan highside karena kecepatannya juga terbatas, tidak mungkin sampai misalnya 200 km/jam.

Karena itu lah, banyak kasus highside crash pada gelaran MotoGP. Contohnya seperti yang terjadi kemarin ini, dialami Marc Marquez di MotoGP Mandalika.

Ternyata, Lowside dan Highside Pernah Kita Jumpai di Kehidupan Sehari-hari

Saat menonton video kecelakaan lowside dan highside, mungkin kamu akan menyadari bahwa kamu bisa saja pernah melihatnya atau bahkan mengalami langsung saat berkendara di jalan.

Jika kamu belum pernah melihat highside secara langsung atau hanya di televisi, mungkin kamu pernah melihat lowside.

Keamanan berkendara harus diperhatikan untuk menghindari kecelakaan tersebut. Ingat selalu bahwa keamanan lebih penting daripada kecepatan.

Tinggalkan komentar