Jenis Formasi Sepak Bola

Sepak bola adalah permainan tim. Pertandingan tidak bisa dimenangkan hanya dengan mengandalkan pemain kunci. Karena itulah tim sepak bola juga disebut dengan kesebelasan. Selain karena terdiri dari 11 pemain, formasi sepak bola juga sangat menentukan performa tim.

Pecinta bola sejati tidak akan melewatkan sesi prediksi pertandingan. Di sesi ini, pengamat pasti memberikan tanggapan mengenai formasi yang akan digunakan oleh kedua tim. Ada formasi yang fokus pada penetrasi, ada juga yang bertumpu pada lini pertahanan.

Secara umum, formasi tim terbagi menjadi 3 sektor: pertahanan, gelandang, dan penyerang. Masing-masing memiliki peran dan tugas yang berbeda. Porsi jumlah pemain di tiap sektor pun disesuaikan dengan kebutuhan tim.

Untuk menghadapi lawan dengan level lebih rendah, formasi akan menitik beratkan pada sisi penyerangan. Tujuannya untuk mencetak skor sebanyak mungkin. Tapi kalau lawan lebih kuat, pertahanan diperketat dengan formasi yang memperbanyak pemain belakang.

Lebih jelasnya, mari kita pelajari berbagai macam formasi yang kerap digunakan dalam pertandingan sepak bola.

Jenis Formasi Sepak Bola

1. 4-4-2

Formasi ini pertama kali diciptakan oleh Viktor Maslov, pelatih Dynamo Kyiv era 1950-an. Namun pada perkembangannya, sosok Valeyriy Lobanovskyi punya peran lebih besar. Lobanovskyi adalah mantan pemain sayap yang menyempurnakan strategi 4-4-2 saat menggantikan Maslov sebagai pelatih Dynamo Kyiv.

Dalam formasi 4-4-2, permainan bertumpu pada sisi tengah dan sayap. Dua orang yang berperan sebagai sayap tengah punya tugas berat karena harus lincah membantu penyerangan dan pertahanan sekaligus.

Ada perbedaan gaya bermain antara Inggris dan Italia dalam mengadopsi formasi 4-4-2. Di Inggris, 4-4-2 bertumpu pada sisi kanan dan kiri untuk melakukan penetrasi. Kemudian mengoper bola ketengah agar dapat ditembakkan oleh 2 striker yang dipasang di depan.

Manchester United adalah klub Inggris yang sangat tepat menggambarkan strategi 4-4-2 ala Inggris. Christiano Ronaldo adalah mantan pemain sayap MU yang menjadi kunci keberhasilan 4-4-2 The Red Devil.

Di Italia, penetrasi justru bertumpu pada pemain tengah. Ini adalah gaya awal 4-4-2 ketika pertama kali diciptakan oleh Maslov di Dynamo Kyiv. Contoh tim yang mengadopsi strategi 4-4-2 ala Maslov adalah Atletico Madrid dan Leicester City.

formasi sepak bola 1

2. 4-3-3

Formasi 4-3-3 berasal dari Belanda sekitar tahun 1970-an. Formasi ini berhasil membawa Ajax Amsterdam meraih podium tertinggi Liga Champions. Belanda pun 2 kali lolos ke final piala dunia berkat formasi 4-3-3 ini.

Kalau 4-4-2 mengandalkan lini tengah, 4-3-3 meratakan porsi pemain di semua sektor. Target utama formasi 4-3-3 adalah penguasaan bola yang dominan. Strategi ini sangat ampuh dijalankan bila para pemain mampu melakukan passing dengan mulus.

Bola terus bergulir dari belakang ke tengah, lalu dilanjutkan ke lini depan. Kalau barisan pertahanan lawan terlalu rapat, penetrasi akan dialihkan ke sisi sayap. Tujuannya untuk memecah konsentrasi pemain bertahan lawan agar tidak terkumpul di tengah, sehingga membuka peluang untuk melakukan shooting.

Formasi ini banyak digunakan oleh tim-tim besar ligaSpanyol. Barcelona adalah salah satunya.

formasi sepak bola 2

3. 4-2-3-1

Formasi 4-2-3-1 mulai populer sekitar akhir tahun 90-an. Pada awal kemunculannya, strategi 4-2-3-1 sukses membawa Prancis menjadi juara Euro. Di Inggris, formasi ini mulai dilirik klub-klub besar setelah 4-4-2 MU kalah dari 4-2-3-1 Real Madrid.

Inti permainan dalam formasi 4-2-3-1 terletak di sisi tengah yang ditempati 5 orang pemain. 2 pemain berperan sebagai gelandang bertahan, 2 pemain sayap depan, dan satu pemain gelandang tengah. Di depan, ada 1 striker yang siap mengeksekusi umpan matang.

Bentuk formasi ini seakan ‘mengepung’ lapangan dengan susunan pemain yang menyebar di semua sektor. Peran gelandang tengah sangat vital dalam menjalankan strategi ini. Gelandang tengah harus lincah bergerak ke belakang untuk membantu pertahanan dan mencuri bola dari lawan, lalu berlari ke depan untuk melakukan penetrasi agresif secepat mungkin.

Konon, ada satu pemain legendaris yang menjadi figur acuan gelandang tengah 4-2-3-1. Pemain itu adalah Claude Makelele. Bahkan para pelatih menciptakan istilah ‘Makelele Role’ untuk menjelaskan bahwa gelandang tengah seharusnya bermain seperti Makelele.

Pada ajang Liga Inggris 2016, 15 dari 20 klub menggunakan formasi 4-2-3-1. Porsi 75% sangat besar jika dilihat dari sudut pandang variasi formasi klub per kompetisi. Namun hasil akhir liga ini ternyata sedikit lesu. Pada musim tersebut, Liga Inggris mencatatkan jumlah gol paling sedikit sepanjang sejarah penyelenggaraannya.

Mungkin hal ini disebabkan oleh alur bola yang lebih dominan di tengah. Bayangkan kalau dua klub sama-sama menggunakan formasi 4-2-3-1, pasti terjadi banyak drama dan momen di sisi tengah lapangan. Sementara tidak satu pun yang bisa masuk ke pertahanan lawan dengan mudah. Karena itulah tidak banyak gol tercipta.

4. Formasi Sepak Bola 5-3-2

Kalau 3 formasi sebelumnnya mengandalkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan, formasi 5-3-2 khusus dirancang untuk memperkuat barisan pertahanan. Formasi ini digunakan ketika tim lawan dirasa terlalu kuat atau untuk mengamankan skor sampai akhir pertandingan.

Tidak tanggung-tanggung, 5 pemain bertahan dituntut untuk disiplin menjaga kotak penalti. Ruang tembak harus ditutup serapat mungkin agar tidak kebobolan. Pertahanan diperkuat lagi dengan adanya 2 gelandang bertahan yang siap bergerak mundur saat tim sedang diserang.

Inisiasi serangan mengandalkan satu gelandang di tengah dan 2 striker di depan. Terlihat jelas bahwa penyerangan bukanlah fokus utama dari formasi 5-3-2. Gol biasanya terjadi lewat serangan balik karena tidak mudah untuk membangun serangan dengan formasi bertahan seperti ini.

5. 3-4-3

Formasi 3-4-3 termasuk yang paling fleksibel. Porsi bek dan penyerang dibuat seimbang dengan dominasi pemain di bagian tengah. Formasi ini sering juga disebut sebagai formasi serbaguna karena bisa difokuskan pada pertahanan atau penyerangan sesuai kebutuhan.

Empat orang pemain tengah harus bisa memainkan peran sebagai bek dan striker sekaligus. Saat menghadapi lawan yang berat, gelandang akan difokuskan untuk bertahan. Sebaliknya, kalau merasa sedang berada di atas angin, gelandang bisa diarahkan untuk menusuk jantung pertahanan lawan.

Bahkan perubahan fungsi gelandang bisa dilakukan selama pertandingan berlangsung, atau pada babak kedua. Tidak perlu mengubah susunan pemain secara keseluruhan. Pelatih hanya perlu memberi instruksi pada dua gelandang tengah dan dua gelandang sayap, apakah mereka harus bertahan atau menyerang.

Disiplin dan Inisiatif, Kunci Sukses Formasi Sepak Bola

Formasi bukanlah satu-satunya penentu kemenangan dalam pertandingan. Setelah merancang susunan pemain dan strategi, tim harus bekerja dengan kompak dan disiplin. Tidak boleh meninggalkan posnya karena hal ini akan mengobrak-abrik barisan dan membuka celah untuk lawan.

Tapi terlalu disiplin juga tidak bagus. Pemain harus berani mengambil inisiatif dalam merespon situasi. Kalau tim sedang diserang, striker pun tak jarang ikut turun kebelakang. Sebaliknya, ketika sedang gencar menyerang, bek pun bisa mencetak gol.

Kombinasi disiplin dan inisiatif adalah kunci kemenangan bagi setiap tim. Setelah memilih jenis formasi sepak bola yang terbaik, menurut Anda, berapa besar peran Dewi Fortuna dalam pertandingan?

Tinggalkan komentar