Apa Itu Posisi Offside? Aturan Sepak Bola yang Suka Bikin Pemain Depan Gigit Jari

Jika kamu adalah pemain sepak bola atau suka menonton sepak bola, pasti tidak asing dengan aturan posisi offside. Aturan tersebut adalah sumber drama yang biasa dihasilkan oleh pertandingan sepak bola. Banyak kontroversi baik dalam liga …

posisi offside

Jika kamu adalah pemain sepak bola atau suka menonton sepak bola, pasti tidak asing dengan aturan posisi offside. Aturan tersebut adalah sumber drama yang biasa dihasilkan oleh pertandingan sepak bola. Banyak kontroversi baik dalam liga lokal maupun liga luar negeri akibat aturan ini.

Meski demikian, aturan inilah yang membuat permainan sepak bola lebih menantang. Berbeda dengan futsal yang tidak ada aturan offside.

Pemain depan dituntut untuk cerdas agar lepas dari offside, pemain tengah dituntut untuk jeli dalam melihat penyerang yang bersiap untuk lolos dari offside, dan pemain belakang wajib memanfaatkan aturan ini agar timnya tidak kebobolan.

Posisi Offside Menurut Law of The Game

Menurut law of the game, pemain berada dalam posisi offside jika:

  1. Bagian tubuhnya, yaitu kepala, badan, dan kaki berada di daerah lawan (garis halfway tidak dihitung).
  2. Bagian tubuhnya, yaitu kepala, badan, dan kaki lebih dekat ke garis gawang lawan lebih dari bola dan orang kedua terakhir.

Tangan dan lengan pemain tidak dihitung sebagai bagian tubuh, termasuk kiper. Sebagai tujuan dari menentukan offside, batas atas lengan sejajar dengan bagian bawah ketiak.

Seorang pemain tidak berada di posisi offside jika mereka sejajar dengan:

  1. Orang kedua terakhir
  2. Dua lawan terakhir

Salah satu pengaplikasian aturan sepakbola ini yang jarang sekali orang aware adalah saat Kepa, kiper Chelsea membuat Harry Kane berada di posisi offside.

Pelanggaran Offside

posisi offside

Seorang pemain berada pada posisi offside hanya jika ia diberi passing oleh rekan setimnya dan dihukum karena terlibat aktif dalam permainan dengan:

  1. Mengganggu permainan dengan bermain atau menyentuh bola yang diberikan oleh rekan setimnya
  2. Mengganggu lawan
  3. Mencegah lawan untuk bermain atau bisa mulai bermain dengan bola dengan cara menghalangi visi lawan
  4. Mencoba merebut bola dari lawan
  5. Terlihat jelas mencoba yang memengaruhi kemampuan lawan untuk memainkan bola
  6. Mengambil keuntungan dengan cara memainkan bola atau mengganggu lawan saat bola berada pada dirinya
  7. Rebound atau dipantulkan tiang gawang (atas atau samping)
  8. Secara disengaja di-save oleh lawan
Baca juga  Peraturan Tenis Meja

Pemain yang berada di posisi offside tetapi mendapatkan bola dari lawan tidak dihitung sebagai offside (termasuk dari handball).

Save adalah saat pemain berhenti  atau berusaha menghentikan bola yang sangat dekat dengan gol dengan bagian apa pun dari badan kecuali tangan dan lengan.

Dalam situasi:

  1. Pemain bergerak dari, atau berdiri pada posisi offside mengganggu jalan lawan dan mengganggu pergerakan lawan menuju bola termasuk offside offence jika itu memengaruhi kemampuan lawan untuk bermain atau merebut bola: Jika sang pemain bergerak ke jalan lawan dan menghalangi progresnya, maka akan ada hukuman lebih lanjut (under law 12).
  2. Pemain yang berada di posisi offside bergerak menuju bola dengan tujuan untuk memainkan bola dan dilanggar sebelum bermain atau keinginan untuk memainkan bola atau berusaha merebut bola dari lawan, pelanggarannya berarti dianggap terjadi sebelum offside.
  3. Offence diberikan terhadap pemain dalam posisi offside yang sudah memainkan atau mencoba untuk memainkan bola atau mencoba untuk merebut bola dari lawan, offside diberlakukan sebelum pelanggaran lainnya (misalnya menekel lawan dari belakang).

Pengecualian

Sebagai pengecualian, offside tidak berlaku jika pemain mendapatkan bola dari lemparan ke dalam, tendangan gawang, dan sepak pojok.

Karena pengecualian ini lah, biasanya tim yang memiliki kiper dengan goal kick yang baik dan pemain dengan lemparan ke dalam yang luar biasa seperti Pratama Arhan mendapatkan keuntungan karena bisa memanfaatkan aturan ini.

Sanksi dari offside

Jika offside terjadi, maka wasit akan memberi tendangan bebas tidak langsung dimana di garis lurus khayalan offside terjadi. Secara logika, tendangan bebas dari offside hanya bisa dilakukan di daerah sendiri saja.

Pemain bertahan yang meninggalkan lapangan tanpa izin wasit akan dianggap berada pada garis gawang atau touchline untuk tujuan offside sampai penghentian waktu selanjutnya atau sampai tim bertahan memainkan bola ke arah garis tengah dan bola tersebut berada di luar daerah permainannya. Jika pemain meninggalkan lapangan dengan sengaja, maka akan diperingatkan wasit saat bola keluar dari permainan.

Baca juga  Peraturan Bulu tangkis

Offside adalah Aturan Yang Merepotkan tapi Menarik

Karena aturan offside inilah pemain depan dan sayap biasanya harus pintar dalam positioning sehingga tidak berada dalam posisi offside, secara patokan posisi offside adalah saat bola yang ditendang rekanmu, bukan saat bolanya sampai ke kakimu.

Karena aturan ini biasanya banyak membuat drama dan sering membuat kekeliruan keputsan dari wasit, VAR menjadi asisten bagi wasit agar tidak terjadi kesalahan pembuatan keputusan oleh pemimpin pertandingan.

Tinggalkan komentar