5 Pertandingan Legendaris Timnas Indonesia

Prestasi sepak bola Indonesia memang mengalami penurunan. Bahkan di level Asia Tenggara pun kita kesulitan untuk meraih podium. Terkadang, untuk mengobati rindu, ada baiknya kalau kita mengulas kembali beberapa pertandingan legendaris timnas Indonesia.

Lagu Garuda di Dadaku selalu didengungkan di setiap laga tim nasional kita. Gemuruh sorak-sorai dari tribun penonton tak pernah sepi, begitu juga histeria supporter yang menyaksikan dari layar kaca. “Indonesia rindu trophy”, begitu kata mereka.

Sejarah sepakbola Indonesia mencatat bahwa kita adalah negara yang unggul dan punya potensi besar di cabang olahraga sepak bola. Beberapa pertandingan paling berkesan di bawah ini adalah bukti historis kegemilangan timnas Indonesia di masa lampau.

5 Pertandingan Legendaris Timnas Indonesia

1. Piala Dunia 1938

pertandingan legendaris timnas indonesia

Mungkin selama ini kita mengenal Jepang dan Korea Selatan sebagai nama-nama besar sepak bola Asia. Tapi siapa sangka, ternyata Indonesia justru mendahului kedua negara tersebut di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia. Ini terjadi pada Piala Dunia 1938 yang digelar di Prancis.

Saat itu Indonesia masih memakai nama Hindia Belanda. Formasi pemain diisi oleh gabungan dari Indonesia, Belanda, dan keturunan Tionghoa.

Ada konflik internal menjelang pengiriman tim ke Eropa. Di era itu Indonesia memiliki dua asosiasi sepak bola nasional, PSSI dan Hindia Belanda. Sekedar informasi, PSSI berdiri pada tahun 1930 saat Indonesia masih berada di bawah kolonial Belanda.

Soeratin Sosrosugondo yang saat itu menjabat sebagai pimpinan menghendaki adanya pertandingan antara PSSI dan Hindia Belanda untuk memutuskan tim mana yang akan mewakili Indonesia di piala dunia.

Karena mendapat penolakan, PSSI pun enggan berpartisipasi sebagai bentuk protes. Sah, tim dari Hindia Belanda yang akhirnya menjadi wakil Indonesia di Piala Dunia.

Dari kawasan Asia, hanya Indonesia dan Jepang yang berkiprah. Namun Jepang mengundurkan diri sebelum laga karena sedang berperang. Karena tidak ada kompetitor regional, Indonesia pun resmi masuk Piala Dunia secara instan.

Piala Dunia pada masa itu masih menerapkan sistem gugur secara penuh. Tidak ada kualifikasi grup seperti sekarang. Laga pertama Indonesia pun cukup berat melawan Hongaria, salah satu klub raksasa yang sudah makan garam.

Allhasil, pertandingan pun berakhir dengan skor 0-6. Indonesia kalah di Stade Velodrome, Reims, 5 Juni 1938.

Walaupun kandas, kenangan ini adalah sejarah penting bagi dunia sepak bola Indonesia. FIFA pun mengakui bahwa Indonesia adalah negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia.

2. Olimpiade Melbourne 1956

Timnas Indonesia 1956

Kalau sejarah Indonesia di Piala Dunia 1938 terjadi karena Jepang mengundurkan diri, lain ceitanya di Olimpiade 1956. Ajang yang dilangsungkan di Melbourne, Australia ini menjadi momen berkesan bagi dunia sepak bola Indonesia.

Toni Pogacnik adalah pelatin timnas Indonesia pada masa itu. Era ini adalah fase awal terbentuknya sepak bola Indonesia yang solid dan profesional. Dua pemain kunci yang menjadi sorotan di event tersebut adalah Maulwi Saelan dan Ramang.

Maulwi terinspirasi dari film dokumenter berjudul Olympia. Film besutan Leni Riefenstahl ini bercerita tentang James Cleveland “Jesse” Owens, atlet kulit hitam peraih medali emas di Olimpiade London 1936.

Di Olimpiade Melboune 1956, Maulwi berperan sebagai penjaga gawang timnas Indonesia.

Ramang adalah hasil eksperimen Pogacnik dalam meracik susunan pemain terbaik bagi timnas. Awalnya Ramang ditempatkan di posisi bek. Tapi performanya tidak berkembang di sana.

Karena melihat kecepatan dan kekuatan tendangan Ramang, Pogacnik pun mencobanya di posisi striker. Hasilnya sangat memuaskan, Ramang tercatat sebagai salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki timnas Indonesia.

Pertandingan pertama timnas Indonesia di Olimpiade Melbourne langsung berhadapan dengan Uni Soviet, salah satu tim raksasa sepak bola dunia. Hebatnya, Indonesia berhasil menahan imbang Uni Soviet dengan skor 0-0.

Dilihat dari postur pemain, kemampuan, dan jam terbang, menahan imbang Uni Soviet tanpa gol adalah pencapaian yang mencengangkan. Presiden FIFA pun memuji permainan anak asuh Toni Pogacnik lewat sebuah pernyataan:

“Baru sekali saya melihat permainan bertahan yang sempurna sekali”.

3. Asian Games 3 1958

Usai tampil gemilang di Olimpiade Melbourne, timnas Indonesia di bawah asuhan Toni Pogacnik kembali melanjutkan kiprahnya di kancah regional. Kali ini di Asian Games 3 1958 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.

Timnas Indonesia berhasil menumbangkan India dengan skor 4-1. Kemenangan ini sukses membawa timnas Indonesia sebagai juara 3 Asian Games dan mengantongi medali perunggu. Ini adalah medali pertama sekaligus terakhir timnas Indonesia sampai sekarang.

Pada ajang itu pula salah satu pemain bintang Indonesia tampil bersinar sebagai pencetak gol terbanyak. Ialah Wowo Sunaryo, striker yang akhirnya menggeser posisi Ramang sebagai andalan Indonesia di barisan depan.

Sayang, prestasi itu belum bisa kita raih lagi sampai sekarang.

4. SEA Games 1987

Timnas 1987

Setelah meraih perunggu di Asian Games 1958, timnas Indonesia berhasil menyabet medali emas di SEA Games 1987. Prestasi ini diraih di Jakarta saat Indonesia menjadi tuan rumah ajang sepak bola Asia Tenggara tersebut.

The Boys of 1987, julukan pemain yang bertanding di SEA Games 1987, berhasil tampil gemilang dari babak penyisihan. Usai menahan imbang Thailand di babak penyisihan dan mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 2-0, Indonesia berhasil memesan tempat di perempat final.

Menghadapi Burma (Myanmar), Indonesia menang telak 4-1. Dari Grup A, Malaysia juga lolos dengan status sebagai runner-up grup.

Indonesia pun bertemu Malaysia di babak final. Sebelumnya, Malaysia pernah mengalahkan Indonesia dengan skor 1-0 di final SEA Games 1979. Pertandingan ini jadi ajang balas dendam Indonesia atas Malaysia.

Benar saja, di stadion yang sama, di kompetisi yang sama, Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor yang sama pula: 1-0.

Ini adalah medali emas pertama yang diraih timnas Indonesia.

5. SEA Games 1991

Setelah kesuksesan The Boys of 1987, Indonesia kembali meraih medali emas di SEA Games 1991. Kalau di ajang sebelumya drama terjadi antara Indonesia versus Malaysia, di 1991 Indonesia harus berhadapan dengan Thailand di babak final.

Pertandingan semakin menegangkan karena babak kedua berakhir dengan skor imbang. Kemenangan pun ditentukan lewat adu penalti.

Seperti yang biasa terjadi, semua orang berharap-harap cemas di situasi yang begitu menegangkan. Adu mental pun terjadi antara kedua tim.

Edy Harto yang bertindak sebagai kiper berhasil menggagalkan satu tendangan dari Thailand. Sudirman, eksekutor terakhir Indonesia berhasil menyarangkan gol ke gawang Thailand.

Bravo, Indonesia juara!

Sepak Bola Indonesia Haus Prestasi

Pecinta bola Indonesia tampaknya sudah lama tidak disuguhi prestasi membanggakan dari tim nasional. Taring Macan Asia sepertinya perlu ditajamkan lagi.

Sayangnya, di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia menorehkan hasil yang sangat mengecewakan: gugur di dasar klasemen Grup K dengan poin 0 tanpa kemenangan.

Mengulas kembali beberapa pertandingan legendaris timnas Indonesia bisa sedikit mengobati kerinduan kita terhadap keriuhan “INDONESIA!” yang sudah lama tidak terdengar gemanya.

Tinggalkan komentar